Yesus Sebagai Anak Allah Menurut Injil Matius dan Implementasinya Dalam Berapologetika
DOI:
https://doi.org/10.37731/log.v1i1.21Abstract
Injil Matius memiliki ciri khusus yang menekankan kesinambungan antara nubuat dalam Perjanjian Lama dan penggenapan di dalam Perjanjian Baru. Secara khusus Yesus ditonjolkan dari sisi keberadaan identitas-Nya yang beranekaragam menunjukkan bahwa di dalam diri Yesus terdapat divine sonship (keputra ilahian) yang tak terbantahkan. Atas dasar inilah orang Kristen semestinya berapologet sebagaimana orang-orang di dalam kisah Yesus tersebut mengakui kebenaran itu bukan sebagai sebuah doctrinal tetapi sebuah confession yang diyakini dalam iman yang sungguh kepada Tuhan Yesus. Kata kunci: Anak Allah, divine sonship, apologetikaReferences
http://alkitab.sabda.org/verse_commentary.php?book=Mat&chapter=1&verse=1, diakses tanggal 22 Agustus 2019, pukul .13.09 WIB.
https://www.biblestudytools.com/dictionaries/bakers-evangelical-dictionary/immanuel.html, diakses tanggal 22 Agustus 2019, pukul 15.29 WIB
http://www.sarapanpagi.org/86-konsep-mesias-dalam-alkitab-dan-menurut-yahudi-vt3193.html diakses tanggal 22 Agustus 2019, pukul 16.00 WIB
https://en.wikipedia.org/wiki/Apologetics, diakses pada tanggal 25 Agustus 2019, pada pukul 08.51 WIB.
Boehlke, Robert. Siapakah Yesus Sebenarnya? Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1985.
Boland, B.J. Intisari Iman Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.
Ch. Abineno. Pokok-Pokok Penting Dari Iman Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
Guthrie, Donald. Teologi Perjanjian Baru 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
Horton, Michael. Core Christianity (Inti Iman Kristen. Michigan: Baker Books, 2002.
Pr, Eko Priyadi. Yesus Kristus Tuhan Kita. Yogyakarta: Kanisius, 2011.
Wahono, Wismoady. Di Sini Kutemukan: Petunjuk Mempelajari Dan Mengajarkan Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.


