Iri Hati dan Cemburu sebagai Masalah Spiritual : Analisis Teologis dan Pendekatan Konseling Pastoral
Abstract
Iri hati dan cemburu merupakan masalah spiritual yang berdampak luas pada kehidupan individu, relasi sosial, dan pertumbuhan rohani. Jurnal ini menganalisis akar teologis dari iri hati dengan menelaah contoh-contoh Alkitabiah seperti Kain dan Habel, serta ajaran Perjanjian Baru mengenai hidup dalam kasih. Kajian ini menunjukkan bahwa iri hati bukan sekadar emosi negatif, tetapi ekspresi ketidakpuasan terhadap kedaulatan Allah serta ketidakmampuan mengenali nilai dan keunikan diri sebagai ciptaan-Nya. Melalui pendekatan konseling pastoral, jurnal ini mengusulkan tiga prinsip utama untuk proses pemulihan, yaitu penerimaan diri, pertobatan, dan pemulihan identitas. Prinsip-prinsip tersebut membantu individu melepaskan pola pikir “God owes me” sebagaimana dijelaskan Andy Stanley, dan kembali pada kasih karunia Allah yang membebaskan. Selain itu, jurnal ini menawarkan strategi pastoral praktis berupa refleksi Alkitab, doa, serta pendampingan dalam komunitas sebagai sarana transformasi. Keseluruhan pembahasan menegaskan bahwa pemulihan dari iri hati merupakan proses holistik yang melibatkan pembaharuan pikiran, penyucian hati, dan pertumbuhan dalam komunitas rohani. Dengan demikian, konseling pastoral berperan penting dalam menolong individu mengalami pemulihan relasional dan hidup kembali dalam kasih Kristus.
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.37731/log.v7i2.340
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Logia: Jurnal Teologi Pentakosta has been registered on:
.png)



